Media Pembelajaran Interaktif
Temukan Datanya,
Sajikan Diagramnya,
Jadilah Jagonya!
Rp 100.000 → Rp 100
Rupiah Baru = Rupiah Lama ÷ 1.000
Pahami dulu apa yang akan kamu capai dalam pembelajaran ini!
Kompetensi akhir yang diharapkan
Di akhir fase D, murid dapat merumuskan pertanyaan, mengumpulkan, menyajikan, dan menganalisis data untuk menjawab pertanyaan. Mereka dapat menggunakan diagram batang dan diagram lingkaran untuk menyajikan dan menginterpretasi data.
Yang akan kamu kuasai setelah belajar
Melalui Implementasi Website terintegrasi Challenge-Based Deep Learning (Condition):
TP 1 (KB 1 — Diagram Batang)
TP 2 (KB 2 — Diagram Lingkaran)


| Rupiah Lama | ÷ 1.000 | Rupiah Baru |
|---|---|---|
| Rp 1.000 | ÷ 1.000 | Rp 1 |
| Rp 5.000 | ÷ 1.000 | Rp 5 |
| Rp 10.000 | ÷ 1.000 | Rp 10 |
| Rp 50.000 | ÷ 1.000 | Rp 50 |
| Rp 100.000 | ÷ 1.000 | Rp 100 |
| Rp 500.000 | ÷ 1.000 | Rp 500 |
| Rp 1.000.000 | ÷ 1.000 | Rp 1.000 |
Arena Evaluasi
Kamu akan mengerjakan 20 soal pilihan ganda tentang Redenominasi Rupiah & Penyajian Data dalam waktu 20 menit. Kamu boleh kembali ke soal sebelumnya dan mengganti jawaban selama waktu masih ada. Pembahasan muncul di akhir.
Klik tombol panah di samping buku, tekan tombol ← → di keyboard, atau geser layar untuk membalik halaman.
Kebiasaan Menabung & Redenominasi Rupiah
Data merupakan informasi penting yang dapat membantu kita memahami suatu kondisi dan mengambil keputusan. Namun, data yang disajikan dalam bentuk angka yang besar dan panjang, seperti data pendapatan negara, dapat menjadi kurang mudah dipahami apabila tidak disajikan dengan cara yang tepat. Salah satu konteks yang dapat digunakan untuk memahami hal tersebut adalah redenominasi. Redenominasi menyederhanakan penulisan nominal mata uang dengan mengurangi jumlah angka nol tanpa mengubah nilai sebenarnya.
Dalam data Realisasi Pendapatan Negara 2025, misalnya, terdapat berbagai sumber penerimaan dengan nominal yang sangat besar, mulai dari penerimaan perpajakan, penerimaan bukan pajak, hingga hibah. Agar informasi tersebut lebih mudah dibaca dan dibandingkan, data dapat disederhanakan melalui konteks redenominasi, kemudian disajikan dalam bentuk tabel maupun diagram.
| Sumber Penerimaan | Realisasi Pendapatan Negara 2025 (Rp) | Setelah Redenominasi (Rp) |
|---|---|---|
| I. Penerimaan Dalam Negeri | 2.864.509.700.000.000 | 2.864.509.700.000 |
| 2. Penerimaan Perpajakan | 2.387.281.800.000.000 | 2.387.281.800.000 |
| a. Pajak Dalam Negeri | 2.305.623.700.000.000 | 2.305.623.700.000 |
| (1) Pajak Penghasilan | 1.051.659.100.000.000 | 1.051.659.100.000 |
| i. Migas | 54.135.700.000.000 | 54.135.700.000 |
| ii. Non Migas | 997.523.400.000.000 | 997.523.400.000 |
| (2) Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah | 890.948.200.000.000 | 890.948.200.000 |
| (3) Pajak Bumi dan Bangunan | 30.083.300.000.000 | 30.083.300.000 |
| (4) Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan | 0 | 0 |
| (5) Cukai | 228.702.800.000.000 | 228.702.800.000 |
| (6) Pajak Lainnya | 104.230.400.000.000 | 104.230.400.000 |
| b. Pajak Perdagangan Internasional | 81.658.100.000.000 | 81.658.100.000 |
| (1) Bea Masuk | 53.765.600.000.000 | 53.765.600.000 |
| (2) Pajak Ekspor | 27.892.500.000.000 | 27.892.500.000 |
| 3. Penerimaan Bukan Pajak | 477.227.900.000.000 | 477.227.900.000 |
| a. Penerimaan Sumber Daya Alam | 230.086.600.000.000 | 230.086.600.000 |
| b. Pendapatan dari Kekayaan Negara yang Dipisahkan | 11.831.100.000.000 | 11.831.100.000 |
| c. Pendapatan Bukan Pajak Lainnya | 136.002.600.000.000 | 136.002.600.000 |
| d. Pendapatan Badan Layanan Umum | 99.307.600.000.000 | 99.307.600.000 |
| II. Hibah | 992.000.000.000 | 992.000.000 |
| Jumlah | 2.865.501.700.000.000 | 2.865.501.700.000 |
Sumber Penerimaan – Keuangan (disederhanakan untuk ilustrasi)
Dengan penyajian data yang tepat, perbedaan besar-kecilnya nilai setiap sumber pendapatan dapat terlihat dengan lebih jelas. Melalui konteks ini, kita dapat memahami bahwa penyajian data tidak sekadar mengubah angka menjadi tabel atau diagram, tetapi juga bagaimana memilih bentuk penyajian yang sesuai sehingga informasi di dalam data dapat tersampaikan dengan jelas.
Redenominasi memberikan konteks nyata untuk melihat bagaimana angka yang besar dapat disederhanakan, sedangkan penyajian data membantu kita mengorganisasi, membandingkan, dan menginterpretasikan informasi tersebut.
Jawab pertanyaan berikut berdasarkan Big Idea di atas dengan tepat. Jawabanmu akan direkap oleh guru.
Bendahara kelas memiliki data tabungan dari 25 murid dengan jumlah tabungan setelah redenominasi kurang dari sama dengan Rp1.000, dan masing-masing murid dengan tabungan kurang dari Rp100. Data tersebut memiliki nominal yang cukup besar sehingga laporan tabungan menjadi kurang sederhana dan sulit dibandingkan. Bendahara ingin menyajikan laporan yang lebih mudah dipahami dengan menggunakan konsep penyederhanaan penulisan nominal melalui redenominasi.
Murid ditantang untuk mengolah dan menganalisis data tabungan tersebut agar dapat menghasilkan laporan yang sederhana, informatif, dan mudah dipahami.
Memahami data dan konsep yang digunakan dengan mengidentifikasi istilah-istilah yang berkaitan dengan penyajian data, seperti data, tabel, diagram batang, nominal, dan redenominasi. Jelaskan dengan kata-kata kalian sendiri apa yang dimaksud dengan penyederhanaan nominal dan apakah penyederhanaan tersebut mengubah nilai sebenarnya.
Mengolah dan menyajikan data tabungan 25 murid ke dalam tabel yang sistematis sehingga data dapat dibaca dan dibandingkan dengan mudah.
Pilih jenis diagram yang menurut kalian paling sesuai untuk menunjukkan perbandingan jumlah tabungan antarmurid. Berikan alasan atas pilihan tersebut, kemudian buat diagram berdasarkan data yang telah diolah.
Tentukan murid yang memiliki tabungan tertinggi dan terendah, kemudian jelaskan perbandingan jumlah tabungan yang terlihat pada diagram.
Untuk membantu menyelesaikan Challenge, ikuti Guiding Resource, Guiding Question, dan Guiding Activity pada tab berikutnya.
Data adalah sekumpulan informasi hasil pengamatan, pencatatan, atau penelitian yang menggambarkan suatu keadaan tertentu. Data dikumpulkan melalui berbagai cara agar dapat diolah dan disajikan dengan tepat.
Tabel merupakan bentuk langkah awal untuk mengolah data menjadi diagram yang lain, karena untuk membuat diagram akan lebih mudah jika data sudah dalam bentuk tabel. Berikut macam-macam cara mengolah data dalam bentuk tabel.
| Bentuk Tabel | Keterangan |
|---|---|
| Tabel Data Tunggal | Data yang diperoleh dari hasil kegiatan pengumpulan data biasanya tidak langsung dilaporkan, tetapi ditata terlebih dahulu apa adanya per nilai. |
| Tabel Data Kelompok | Tabel yang disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi berdasarkan interval kelas. |
Contoh Tabel Data Tunggal — data tabungan harian 10 murid (Rp ribu): 5, 6, 7, 6, 5, 8, 7, 6, 5, 7
| Nilai (Rp ribu) | Turus | Frekuensi |
|---|---|---|
| 5 | ||| | 3 |
| 6 | ||| | 3 |
| 7 | ||| | 3 |
| 8 | | | 1 |
| Jumlah | 10 |
Contoh Diagram Batang Tunggal — dari tabel data tunggal di atas
Contoh Tabel Data Kelompok — tabungan 20 murid dikelompokkan ke dalam interval kelas (Rp ribu)
| Interval Tabungan (Rp ribu) | Frekuensi |
|---|---|
| 1 – 20 | 4 |
| 21 – 40 | 8 |
| 41 – 60 | 6 |
| 61 – 80 | 2 |
| Jumlah | 20 |
Contoh Diagram Batang Kelompok — dari tabel data kelompok di atas
Rumus Redenominasi: Harga Baru = Harga Lama ÷ 1.000. Nilai/daya beli tidak berubah — hanya angkanya disederhanakan. Ini berbeda dengan sanering yang memangkas nilai riil uang.
Diagram Batang digunakan untuk menyajikan data yang bersifat kategori atau data diskrit. Langkah-langkah membuat diagram batang:
Mulai dengan mengatur sumbu secara datar (horizontal) dan tegak (vertikal).
Pada grafik batang vertikal, tuliskan nama/nilai data pada sumbu horizontal, dan nilai frekuensi pada sumbu vertikal.
Buat batang berbentuk persegi panjang yang tingginya sesuai dengan frekuensi setiap nilai/nama data.
Beri nama/judul diagram batang sesuai data yang disajikan.
Guru mengumpulkan data mengenai jumlah uang yang ditabung oleh 45 murid dalam satu hari (dalam ribuan rupiah) dan memperoleh data berikut.
| Data Uang yang Ditabung Murid per Hari | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2 | 3 | 1 | 4 | 2 | 3 | 5 | 2 | 3 |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 2 | 5 | 3 | 1 | 4 |
| 3 | 2 | 4 | 5 | 3 | 2 | 1 | 4 | 2 |
| 2 | 1 | 3 | 2 | 4 | 3 | 2 | 1 | 3 |
| 4 | 2 | 3 | 1 | 2 | 4 | 3 | 5 | 2 |
Data Uang yang Ditabung Murid per Hari (Rp ribu)
Langkah Pembelajaran:
Siapkan alat tulis.
Duduklah secara berkelompok.
Kerjakan Guiding Activity dengan tepat secara berkelompok.
Isi tabel turus & frekuensi, lalu buat diagram batangnya langsung di halaman ini.
Menabung merupakan salah satu kebiasaan yang dapat membantu murid belajar mengatur uang sejak dini. Setiap hari, murid di suatu kelas memiliki jumlah uang tabungan yang berbeda-beda. Guru ingin mengetahui bagaimana kebiasaan menabung murid di kelas tersebut agar dapat menentukan cara yang tepat untuk mendorong mereka agar lebih rajin melakukan kebiasaan menabung.
Guru kemudian mengumpulkan data mengenai jumlah uang yang ditabung oleh 45 murid dalam satu hari (dalam ribuan rupiah) dan memperoleh data berikut.
| Data Uang yang Ditabung Murid per Hari (Rp ribu) | ||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 2 | 3 | 1 | 4 | 2 | 3 | 5 | 2 | 3 |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 2 | 5 | 3 | 1 | 4 |
| 3 | 2 | 4 | 5 | 3 | 2 | 1 | 4 | 2 |
| 2 | 1 | 3 | 2 | 4 | 3 | 2 | 1 | 3 |
| 4 | 2 | 3 | 1 | 2 | 4 | 3 | 5 | 2 |
Hitung satu per satu data di atas: setiap kali menemukan sebuah nilai, klik tombol "+ Turus" pada baris nilai tersebut untuk menambah satu goresan turus. Setiap kelompok 5 goresan akan otomatis dicoret menjadi satu ikatan. Frekuensi akan terisi sendiri sesuai jumlah turus yang sudah kamu buat.
| Nilai (Rp ribu) | Turus | Frekuensi |
|---|---|---|
| 1 |
Belum ada turus
|
|
| 2 |
Belum ada turus
|
|
| 3 |
Belum ada turus
|
|
| 4 |
Belum ada turus
|
|
| 5 |
Belum ada turus
|
Lengkapi judul dan nama sumbu diagram di bawah, lalu klik "Buat Diagram" — diagram batang akan dibuat otomatis dari data tabel turus & frekuensi pada Langkah 1.
Setelah mempelajari Guiding Resource, Guiding Question, dan Guiding Activity, selesaikanlah Challenge yang telah diberikan sebelumnya:
Berdiskusilah bersama anggota kelompokmu untuk menyelesaikan tantangan yang telah diberikan.
Ikuti Guiding Resource, Guiding Question, dan Guiding Activity untuk membantu kalian menyelesaikan tantangan.
Temukan solusi mengenai tantangan tersebut, lalu buat penyelesaian dalam bentuk infografis yang akan dipublikasikan di tombol pada halaman Asesmen.
Setelah menyelesaikan Challenge dari Kegiatan Belajar 1 terkait permasalahan dalam bentuk redenominasi, lakukan kegiatan berikut.
Salah satu kelompok mempresentasikan hasil pekerjaan di depan kelas.
Kelompok lain memberikan tanggapan, masukan, atau saran.
Murid dibimbing guru menyimpulkan kegiatan belajar.
Tabel berikut menyajikan data hasil panen dari sebuah kebun dalam satu periode tertentu, yang mencakup berbagai jenis komoditas sayuran seperti cabai, wortel, tomat, ubi, dan kentang. Setiap hasil kebun dilengkapi dengan informasi harga jual per kilogram serta jumlah hasil panen yang diperoleh dalam satuan kilogram.
| Hasil Kebun | Harga (Rp/kg) | Banyak (kg) |
|---|---|---|
| Cabai | 63.000 | 20 |
| Wortel | 14.000 | 30 |
| Tomat | 16.000 | 25 |
| Ubi | 10.000 | 35 |
| Kentang | 20.000 | 40 |
Melalui informasi tersebut, dapat dilakukan perhitungan untuk mengetahui total pendapatan yang diperoleh, sekaligus menjadi dasar dalam menganalisis keuntungan serta pengambilan keputusan ekonomi, termasuk jika diterapkan penyederhanaan nilai mata uang (redenominasi).
Langkah 1 – Pembuatan diagram: isi harga tiap komoditas setelah redenominasi (Rp/kg), lalu klik "Buat Diagram".
Langkah 2 – Uraian: tuliskan komoditas dengan harga tertinggi & terendah, serta komoditas dengan pendapatan terbesar beserta perhitunganmu.
| Skor | Keterangan |
|---|---|
| 4 | Semua benar, analisis mendalam, kesimpulan tepat |
| 3 | Sebagian besar benar, analisis cukup baik |
| 2 | Setengah benar, analisis kurang tepat |
| 1 | Sebagian kecil benar |
Young Investor Club: Diagram Batang & Lingkaran
Dalam kegiatan Young Investor Club, murid berperan sebagai investor yang mengelola portofolio saham dari beberapa perusahaan besar Indonesia. Berdasarkan harga penutupan saham per 20 Januari 2025, seorang investor dalam simulasi membeli masing-masing 1.000.000 lembar saham dari PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN).
| Kode Saham | Harga Saham (Rp) | Nilai Investasi (Rp) |
|---|---|---|
| BREN | 9.825 | 9.825.000 |
| BBNI | 4.470 | 4.470.000 |
| BBRI | 4.090 | 4.090.000 |
| TLKM | 2.660 | 2.660.000 |
| BRIS | 2.760 | 2.760.000 |
| Total | - | 23.805.000 |
Total nilai portofolio tersebut mencapai Rp23.805.000.000. Namun, investor menghadapi perubahan besar dalam sistem penulisan nominal melalui redenominasi dengan perbandingan 1:1.000. Setelah redenominasi, nilai portofolio ditulis menjadi Rp23.805.000.
Melalui website pembelajaran berbasis Challenge-Based Deep Learning, murid ditantang untuk mengolah data nilai investasi, mengonversi nominal melalui simulasi redenominasi, menentukan persentase setiap investasi, dan menyajikannya dalam diagram lingkaran.
Diagram lingkaran nilai investasi portofolio Young Investor Club (dalam persentase) berdasarkan data tabel di atas.
Diagram lingkaran nilai investasi portofolio Young Investor Club (dalam besar sudut/derajat) berdasarkan data tabel di atas.
Diagram lingkaran bukan sekadar gambar untuk menyajikan data, tetapi dapat digunakan untuk membaca proporsi suatu persoalan keuangan dan mendukung pengambilan keputusan dalam konteks kehidupan nyata.
Setelah mengamati Big Idea di atas, identifikasi hal yang membuatmu penasaran.
Setiap hari, murid sering membeli makanan dan minuman di kantin sekolah. Tanpa disadari, uang yang dikeluarkan untuk jajan dapat digunakan untuk membeli berbagai jenis makanan dan minuman. Suatu hari, Raka dan teman-temannya ingin mengetahui bagaimana uang yang mereka gunakan untuk jajan selama satu minggu terbagi berdasarkan jenis jajanan, yaitu nasi, minuman, roti, gorengan, snack, dan buah.
| Jenis Jajan | Pengeluaran Sebelum Redenominasi | Pengeluaran Setelah Redenominasi |
|---|---|---|
| Nasi | Rp60.000 | Rp60 |
| Minuman | Rp40.000 | Rp40 |
| Roti | Rp30.000 | Rp30 |
| Gorengan | Rp30.000 | Rp30 |
| Snack | Rp20.000 | Rp20 |
| Buah | Rp20.000 | Rp20 |
| Total | Rp200.000 | Rp200 |
Namun, jika hanya melihat jumlah rupiah tersebut, mereka belum dapat mengetahui bagian setiap jenis jajanan terhadap seluruh pengeluaran. Mereka ingin membuat laporan yang lebih mudah dipahami dengan menggunakan diagram lingkaran.
Murid ditantang untuk mengolah dan menganalisis data pengeluaran jajan tersebut setelah redenominasi, kemudian menyajikannya dalam bentuk diagram lingkaran agar dapat mengetahui komposisi pengeluaran dan menentukan penggunaan uang yang lebih bijak.
Memahami data dan keuangan — identifikasi jenis jajanan, jumlah pengeluaran, dan total pengeluaran. Jelaskan hubungan antara jumlah pengeluaran dengan bagian yang ditampilkan pada diagram.
Mengolah dan menyajikan data — tentukan jumlah keseluruhan pengeluaran, persentase tiap jenis jajanan, serta besar sudut juring untuk diagram lingkaran.
Menganalisis dan mengevaluasi — baca diagram lingkaran untuk menentukan jajanan dengan pengeluaran paling banyak & paling sedikit, lalu tarik kesimpulan.
Mengomunikasikan informasi — sajikan diagram lingkaran lengkap dengan judul, label, persentase, dan besar sudut, lalu berikan saran penggunaan uang jajan yang lebih bijak.
Nilai di bawah sudah sesuai data jajan Raka — ubah jika perlu, pilih jenis diagram, lalu klik tombol untuk membuatnya sebagai bantuan visual sebelum menjawab.
| Jenis Jajanan | Pengeluaran (Rp) |
|---|---|
| Nasi | |
| Minuman | |
| Roti | |
| Gorengan | |
| Snack | |
| Buah |
Digunakan untuk data kategori yang dinyatakan dalam persentase/perbandingan. Lingkaran dibagi menjadi juring; besar sudut tiap juring sebanding dengan nilai datanya.
| Langkah | Rumus |
|---|---|
| Besar sudut juring | (Nilai data ÷ Total data) × 360° |
| Besar persentase | (Nilai data ÷ Total data) × 100% |
Contoh bentuk diagram lingkaran (persentase): lingkaran dibagi menjadi beberapa juring, tiap juring diberi label persentase sesuai bagian nilainya terhadap keseluruhan data.
Contoh bentuk diagram lingkaran (besar sudut/derajat): juring yang sama, kini diberi label besar sudutnya masing-masing (jumlah seluruh sudut = 360°).
Rahma mengelola tabungan Rp1.000.000/bulan: tabungan jangka panjang Rp400.000, kebutuhan sehari-hari Rp300.000, hiburan Rp200.000, dana darurat Rp100.000. Setelah redenominasi (menghilangkan 3 nol), totalnya menjadi Rp1.000 dengan rincian Rp400, Rp300, Rp200, dan Rp100.
Tentukan total tabungan. Rp400.000 + Rp300.000 + Rp200.000 + Rp100.000 = Rp1.000.000 (setelah redenominasi: Rp400 + Rp300 + Rp200 + Rp100 = Rp1.000).
Hitung persentase tiap pos dengan rumus (Nilai data ÷ Total data) × 100%: Tabungan jangka panjang = 400.000/1.000.000 × 100% = 40%; Kebutuhan sehari-hari = 300.000/1.000.000 × 100% = 30%; Hiburan = 200.000/1.000.000 × 100% = 20%; Dana darurat = 100.000/1.000.000 × 100% = 10%.
Hitung besar sudut juring dengan rumus persentase × 360°: Tabungan jangka panjang = 40% × 360° = 144°; Kebutuhan sehari-hari = 30% × 360° = 108°; Hiburan = 20% × 360° = 72°; Dana darurat = 10% × 360° = 36°.
| Pos Tabungan | Persentase | Besar Sudut |
|---|---|---|
| Tabungan jangka panjang | 40% | 144° |
| Kebutuhan sehari-hari | 30% | 108° |
| Hiburan | 20% | 72° |
| Dana darurat | 10% | 36° |
| Total | 100% | 360° |
Ingat! Ukuran sudut pusat dan besar persentase pada diagram lingkaran memiliki proporsi yang sama — redenominasi tidak mengubah proporsi ini.
Dalam kegiatan pembelajaran ini, kamu akan menggunakan redenominasi. Redenominasi adalah penyederhanaan angka nominal uang tanpa mengubah nilai sebenarnya. Misalnya, dalam simulasi ini digunakan perbandingan Rp1.000 = Rp1. Setelah penyederhanaan tersebut, jumlah tabungan 6 murid di bank (Andi, Budi, Citra, Dinda, Edo, Fani) dicatat menggunakan rupiah baru sebagai berikut.
| Nama Murid | Tabungan Setelah Redenominasi (Rp) |
|---|---|
| Andi | 72 |
| Budi | 48 |
| Citra | 36 |
| Dinda | 24 |
| Edo | 12 |
| Fani | 48 |
| Total | 240 |
Amatilah data tabungan di atas, lalu selesaikan soal berikut berdasarkan diagram lingkaran tersebut.
| Nama Murid | Tabungan (Rp) | Persentase | Besar Sudut |
|---|---|---|---|
| Andi | 72 | ||
| Budi | 48 | ||
| Citra | 36 | ||
| Dinda | 24 | ||
| Edo | 12 | ||
| Fani | 48 | ||
| Total | 240 | 100% | 360° |
Untuk membantu menyelesaikan Challenge, lakukan aktivitas berikut secara berkelompok:
Duduklah secara berkelompok dengan kelompok yang telah ditetapkan.
Selesaikan permasalahan yang ada di Guiding Activity 2 dengan seksama!
Dalam kegiatan ini, kamu akan melakukan pengelolaan dana investasi pada beberapa saham. Untuk memudahkan penulisan nominal, digunakan redenominasi dengan ketentuan Rp1.000 (sebelum redenominasi) = Rp1 (setelah redenominasi). Seorang investor memiliki dana sebesar Rp1.000 setelah redenominasi dan mengalokasikannya ke lima saham berikut. Lengkapi nilai setelah redenominasi untuk tiap saham:
| Saham | Sebelum Redenominasi | Setelah Redenominasi |
|---|---|---|
| BBRI | Rp300.000 | |
| BBCA | Rp250.000 | |
| BBNI | Rp200.000 | |
| TLKM | Rp150.000 | |
| BRIS | Rp100.000 |
Setelah mempelajari Guiding Resource, Guiding Question, dan Guiding Activity, selesaikanlah Challenge yang telah diberikan:
Berdiskusilah bersama anggota kelompokmu untuk menyelesaikan tantangan yang telah diberikan.
Ikuti Guiding Resource, Guiding Question, dan Guiding Activity untuk membantu kalian menyelesaikan tantangan.
Temukan solusi mengenai tantangan tersebut, lalu buat penyelesaian dalam bentuk infografis yang akan dipublikasikan.
Pak Heru adalah pemilik sebuah rumah makan Padang. Harga lauk dalam bentuk redenominasi rupiah yang terjual di rumah makan Padang milik Pak Heru disajikan dalam tabel berikut.
| Lauk | Harga Lauk (potong) |
|---|---|
| Rendang | Rp20 |
| Ayam goreng | Rp30 |
| Ayam bakar | Rp25 |
| Telur dadar padang | Rp10 |
| Telur balado | Rp15 |
| Lauk | Harga Lauk (Rp) |
|---|---|
| Rendang | |
| Ayam goreng | |
| Ayam bakar | |
| Telur dadar padang | |
| Telur balado |
| Lauk | Persentase |
|---|---|
| Rendang | |
| Ayam goreng | |
| Ayam bakar | |
| Telur dadar padang | |
| Telur balado | |
| Total | 100% |
| Skor | Keterangan |
|---|---|
| 4 | Semua benar, diagram tepat, analisis mendalam |
| 3 | Sebagian besar benar, diagram cukup baik |
| 2 | Setengah benar, diagram kurang tepat |
| 1 | Sebagian kecil benar |
Kamu telah menyelesaikan semua Kegiatan Belajar DENOMATH!
Dinilai otomatis (AI & sistem) mengikuti pedoman penskoran
Data diri & progres belajarmu di DENOMATH
Halo! Aku DENO AI , asisten belajarmu untuk materi Redenominasi Rupiah. Powered by Groq AI .
Langsung ketik pertanyaanmu di kolom bawah, ya! Mau ngobrol pakai suara? Tekan tombol telepon di pojok atas.